Rabu, 18 Januari 2012

MIGRASI
Interaksi antara kemasan dan pangan yang berpotensi baik menguntungkan maupun merugikan  
    Migrasi merupakan hasil dari interaksi antara bahan makanan dengan kemasan. Interaksi tersebut menyebabkan terjadinya reaksi kimia atau fisika antara makanan, kemasan, dan lingkungan yang dapat mengubah komposisi, kualitas, dan atau sifat fisik makanan maupun bahan kemasan. Selain migrasi, interaksi juga menyebabkan terjadinya permeasi dan sorpsi. Migrasi merupakan perpindahan komponen dari kemasan kedalam makanan. Sedangkan sorpsi merupakan perpindahan komponen dari makanan ke kemasan. Sementara permeasi merupakan perpindahan komponen dari makanan ke lingkungan melalui kemasan.
    Migrasi dapat membahayakan maupun menguntungkan bagi manusia. Contoh migrasi yang menguntungkan manusia adalah migrasi dari kemasan daun, seperti adanya migrasi dalam ketupat yang justru diharapkan oleh manusia. Sedangkan contoh migrasi yang membahayakan yaitu migrasi dari kemsan plastik, kaleng, dan kertas. Sumber bahaya tersebut diakibatkan oleh berbagai sumber seperti :
•    Bahan kimia polimernya
•    Bahan asal proses produksinya
•    Bahan katalisator seperti aditif dan katalis
•    Sisa bahan pelarut
•    Bahan pengisi seperti plasticizer
•    Bahan perekat
•    Tinta
Contoh bahan berbahaya yang bermigrasi yaitu :
1. Bahan kertas
    Migrasi yang terjadi dari bahan kertas yaitu seperti tinta printer, bahan adhesif, serta pelarut (diisopropilnafthalen/DPNs).
2. Bahan plastik
    Plastik merupakan bahan kemasan yang sangat berbahaya, hal ini disebabkan karena material pembuaatan plastik yang umumnya terbuat dari minyak bumi. Selain itu adanya bahan lain seperti plasticizer sangat membahayakan bagi manusia. Apalagi jika dikomsumsi dalam jumlah besar dan secara kontinyu maka tubuh manusia akan meinimbun material berbahaya yang sangat banyak. 

Migrasi kemasan plastik yaitu sebagai berikut :
Palstik     Jenis     Bahan beresiko terhadap kesehata
Polistirene     PS    Stirene
Akrilonitril-butadiene-stirene    ABS    Stirene, 1.2-butadiene, akrilonirtil
Polikarbonat     PC    Fenol
Polivinil klorida    PVC    HCl, Plasticizer seperti dioksi ftalat maupun dibutil ftalat
Polietilen     HDPE/LDPE    Hidrokarbon alifatik tidak jenuh, aldehida alifatik
Poli etil tetrafluoro etilen    PTFE    Hidrokarbon terfluorinasi

3. Migrasi bahan Kaleng
    Logam sebagai komponen utama penyusun kaleng memiliki resiko terhadap kesehatan. Dalam bahan pelapis kaleng dapat terkandung bahan berbahaya seperti aluminium, seng, ataupun bahan organik seperti epoksi fenol dan organosol.
Banyak bahan berbahaya yang beresiko terhadap kesehatan. Bahan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :
Komponen    Resiko
Polivinil klorida    Dapat menyebabkna kanker, cacat lahir, perubahan genetik, bronkitis, gangguan pendengaran, gangguan kulit, disfungsi ginjal, gangguan penglihatan
Ftalat (DEHP/DEHA)    Asma, berpengaruh terhadap reproduksi
PET    Kanker
Polyester    Iritasi pada mata
Stirene    Iritasi saluran pencernaan, mata, kulit, depresi sistem saraf pusat, kanker
Timbal (Pb)    Menghambat pertumbuhan, anemia, osteoporosis dan kerusakan sistem saraf pusat
Kromium    Kanker dan alergi kulit
Merkuri    Kerusakan sistem saraf pusat, ginjal

    Terdapat dua macam migrasi, yaitu migrasi total dan migrasi spesifik. Migrasi total merupakan total massa yang bermigrasi dari kemasan kedalam nahan pangan pada kondisi tertentu. Sedeangkan migrasu spesifik yaitu zat teridentifikasi yang bermigrasi dari kemasan ke dalam bahan pangan.
    Parameter yang berpengaruh terhadap migrasi yaitu sifat natural produk, struktur kemasan, serta waktu dan temperatur.

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Kalo Kemasan Makanan dari plastik biasanya merugikan. Tidak ramah lingkungan serta berbahaya jika terkena makanan panas. Lebih baik menggunakan kemasan dari kertas.

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost